yes
no
10/Promotion/slider
no

Tips Memasang CCTV di Rumah

No comments
Tips memasang kamera cctv – Salah satu cara untuk memantau kondisi rumah adalah dengan memasang sistem closed circuit television (CCTV ) terpadu. Dengan sistem ini Anda bisa melihat pergerakan orang yang tinggal di rumah sekaligus orang asing yang bertamu. Selain mengamankan penghuni dari ganguang orang asing, security system juga membuat Anda tenang kala meninggalkan buah hati di rumah.
Anda tidak bisa memasang sistem keamanan secara sembarang. Gunakan jasa instalasi kamera cctv berpengalaman untuk melindungi rumah kantor, toko, gedung, sekolah atau tempat usaha anda, performa security device tersebut bisa  berkurang karena pemasangan yang salah, atau mengganggu kelistrikan pada bangunan yang dipasang cctv. Sebelum memutuskan memasang kamera CCTV ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, di antaranya memastikan kebutuhan kamera dan perangkat cctv, memilih jenis kamera, dan menentukan letak pemasangan kamera dan control cctv.
Sebenarnya bagaimana sih cara pemasangan CCTV rumah yang benar? berikut tips cara  memasang kamera CCTV.
Kebutuhan
Pastikan kebutuhan area atau zona yang ingin Anda pantau. Jika Anda hanya ingin memantau ruangan di dalam rumah, Anda bisa pilih CCTV tipe bullet atau dome camera . Namun, Jika Anda ingin memantau zona luar, seperti taman atau halaman, lebih baik Anda memilih CCTV yang memang di-setting untuk zona outdoor dan memiliki fitur infra red  dan tahan air bila tempat pemasangan cctv tidak terlindungi dari cuaca.
Lokasi
Tentukan lokasi titik pemasangan CCTV berdasarkan jarak pandang yang hendak diawasi (dekat atau jauh). Bisa juga untuk keadaan gelap atau terang. Dari situ baru Anda tentukan titik pemasangan kamera CCTV sesuai dengan keinginan.
Target
Tentukan target objek yang diawasi kemudian tentukan ketinggian letak kamera. Hal ini bertujuan agar tidak terlalu jauh dari area yang diawasi. Standar penempatan biasanya mengikuti ketinggian rumah dengan sudut sekitar 100°-115°
CCTV Outdoor

Untuk pemasangan CCTV Outdoor, prioritaskan letak kamera dibawah atap atau zona terlindungi lainnya. Hal ini untuk melindungi kamera dari hujan, angin juga panas matahari.

Dasar-Dasar Merakit Open BTS

No comments
Open Base Transceiver Station, atau disingkat OpenBTS, adalah sebuah BTS GSM berbasis software, yang memungkinkan pengguna ponsel GSM melakukan pangilan telepon atau berkirim pesan singkat (sms), tanpa menggunakan jaringan operator selular komersial.
Artinya, dengan teknologi ini pengguna bisa melakukan telepon atau sms tanpa membutuhkan pulsa. Bahkan, dengan merakit OpenBTS ini, sebenarnya ibarat membangun operator seluler sendiri. Hanya saja jangkauan sinyalnya terbatas, dan hanya bisa berkomunikasi dengan ponsel lain yang terkoneksi dengan jaringan OpenBTS ini.
Berikut adalah dasar-dasar perangkat dan piranti lunak yang dibutuhkan untuk menggunakan teknologi ini:
Hardware
Tentu saja hal yang paling dasar adalah seperangkat komputer, bisa desktop ataupun notebook. Kemudian, untuk OpenBTS versi minimal, dibutuhkan hardware untuk memancarkan sinyal radio bernama Universal Sofware Radio Peripheral (USRP) dan dua jenis antena, yakni antena transmitter dan receiver.
USRP inilah yang menggantikan peran pemancar pada Base Transceiver Station (BTS) operator seluler komersil. USRP versi minimal bisa didapatkan dengan harga 15 sampai 20 juta.
Lewat kabel USB, sambungkan komputer ke USRP. Setelah itu, dua kabel yang ada di USRP disambungkan ke dua antena tersebut.
Software
Sebelumnya, komputer yang digunakan harus bersistem operasi Linux. Sistem operasi lain seperti Windows atau Mac tidak bisa digunakan untuk menjalankan OpenBTS.
Semua software yang digunakan untuk OpenBTS ini bisa di-download secara gratis, dan semuanya merupakan software open source.
Gunakan software GNU Radio, untuk mengendalikan USRP. Kemudian software OpenBTS, untuk mengontrol operasi BTS. Dan juga ada software sentral telepon bernama Asterisk. Software ini biasa digunakan untuk teknologi sentral telepon generasi 4G.
Protokol yang digunakan oleh sentral telepon Asterisk adalah Session Initiation Protocol (SIP). Protokol macam ini juga dipakai oleh operator seluler komersil seperti Indosat, Telkomsel, XL, Axis, dan lain-lain.
Logika berpikir hardware USRP
Logika berpikir USRP dalam OpenBTS ini kira-kira seperti sound card pada komputer. Sebuah sound card harus diprogram agar mengeluarkan sinyal audio.
Nah, begitu juga dengan USRP yang diprogram agar mengeluarkan sinyal radio. Bukan hanya sinyal radio, USRP ini bisa diatur untuk mengeluarkan sinyal AM, FM, ataupun sinyal TV. Semua sinyal itu diprogram melalui software.
Inilah yang menyebabkan OpenBTS bisa dirakit dengan harga yang murah. Karena pemancarnya diatur lewat software. Jika pemancarnya berupa hardware pasti membutuhkan biaya miliaran rupiah.
Jangkauan OpenBTS versi minimal ini hanya 5 sampai 10 meter saja. Karena, konsumsi listriknya hanya 100 mili watt. Jika power amplifier-nya diganti menjadi 10 watt, seharga 120 juta rupiah (belum termasuk ongkos kirim), jangkauannya bisa mencapai 5 kilometer lebih.
Coba bandingkan dengan BTS milik operator seluler. Untuk versi yang serupa, dibutuhkan biaya 1,5 miliar rupiah.

Pengenalan : IPv6 subnetting

No comments
Pengenalan : IPv6 Subnetting - Dalam IPv4, alamat diciptakan di kelas. Classful alamat IPv4 jelas mendefinisikan bit yang digunakan untuk awalan jaringan dan bit yang digunakan untuk host pada jaringan itu. Subnet di IPv4, kami bermain dengan default netmask classful yang memungkinkan untuk meminjam bit host untuk digunakan sebagai subnet bit. Hal ini menyebabkan beberapa subnet tapi kurang host per subnet. Artinya, ketika kita meminjam bit host untuk membuat subnet, harganya dalam sedikit lebih rendah yang akan digunakan untuk alamat host.
Alamat IPv6 menggunakan 128 bit untuk mewakili alamat yang mencakup bit yang akan digunakan untuk subnetting. Bagian kedua dari alamat (least significant 64 bits) selalu digunakan untuk host saja. Oleh karena itu, tidak ada kompromi jika subnet jaringan.
16 bit subnet setara dengan IPv4 Kelas B Network. Menggunakan subnet bit ini, sebuah organisasi dapat memiliki lain 65 ribuan subnet yang sejauh ini, lebih dari cukup.
Jadi prefix routing / 64 dan bagian host adalah 64 bit. Kami lebih lanjut dapat subnet jaringan di luar 16 bit Subnet ID, dengan meminjam bit host; namun disarankan bahwa 64 bit harus selalu digunakan untuk alamat host karena konfigurasi otomatis membutuhkan 64 bit.
IPv6 subnetting bekerja pada konsep yang sama seperti Variable Length Subnet Masking di IPv4.
/ 48 prefix dapat dialokasikan untuk sebuah organisasi yang memberikan manfaat dari memiliki hingga / 64 prefiks subnet, yang 65535 sub-jaringan, masing-masing memiliki 264 host. A / 64 prefix dapat ditugaskan untuk koneksi point-to-point di mana hanya ada dua host (or IPv6 enabled devices) pada link.
no
ITHelpDesk.co.id menyediakan jasa layanan Creative Design, Digital Marketing, Social Media Promotion dan IT Support yang Profesional dan Berpengalaman. Pastikan anda menggunakan jasa layanan ITHelpDesk.co.id untuk mengoptimalkan bisnis anda. [ITHelpDesk.co.id] (http://ithelpdesk.co.id/img/logo.png)