-->
yes
no
10/Promotion/slider
no

Cara Merawat Printer dan Mendeteksi Kerusakannya

Tidak ada komentar
Cara Merawat Printer yang Benar Untuk Meminimalkan Kerusakan

Di era modern seperti saat ini, penggunaan printer sudah menjadi kebutuhan wajib di seluruh lapisan masyarakat kita. Printer bukan hanya dibutuhkan sebagai peralatan kerja di perkantoran saja, tetapi di rumah, sekolah, kampus, bahkan juga di kantor-kantor instansi Pemerintahan setingkat RT/RW pun juga memanfaatkan kecanggihan alat cetak ini.
Pengertian printer adalah perangkat elektromekanis yang mengubah teks dan dokumen grafis dari bentuk elektronik (digital) ke bentuk fisik (hard copy). Umumnya printer merupakan perangkat tambahan eksternal (external peripheral devices) yang terhubung dengan komputer atau laptop melalui kabel atau nirkabel untuk menerima input data dan mencetaknya pada kertas. 
Hingga saat ini, berbagai jenis printer telah tersedia dengan berbagai fitur, mulai dari: mencetak dokumen hitam putih, berwarna (baik dengan kualitas grafis rendah maupun tinggi), serta gabungan fungsi dari perangkat lainnya (seperti kombinasi printer, scanner, mesin fotokopi, faks, dan lainnya). Dan secara umum, printer dapat dikategorikan kedalam dua jenis, yaitu printer impact dan printer non-impact. 
Printer impact adalah jenis printer yang digunakan untuk membuat surat (misalnya: printer daisy wheel dan printer dot matrix), sedangkan printer non-impact tidak bekerja dengan menggunakan pita tinta (misalnya: printer inkjet dan printer laser). 
Tapi sangat disayangkan, seperti kebanyakan orang pada umumnya mereka hanya tahu cara menggunakan sebuah perangkat (printer), tetapi masih minim pengetahuan tentang bagaimana cara merawat printer yang baik dan benar. 
Alhasil, jika di kemudian hari terjadi kendala teknis pada mesin printer, biasanya mesin printer akan dibiarkan saja atau masuk ke tempat servis. Padahal ada beberapa hal mendasar yang dapat memicu kendala atau mengakibatkan kerusakan pada mesin printer dan terkadang itu hanya dikarenakan masalah sepele karena ketidaktahuan kita tentang bagaimana merawat printer yang benar. 

Cara Mengetahui dan Memperbaiki Printer Rusak

Sebagaimana perangkat elektronik lainnya, printer juga sering mengalami kerusakan jika digunakan asal-asalan dan tidak dirawat dengan baik. Nah agar lebih jelas, berikut adalah beberapa jenis kerusakan yang sering ditemui pada printer dan bagaimana cara merawat printer supaya bisa digunakan untuk jangka waktu lama, antara lain: 
Baca juga: Cara Mudah Melakukan Instalasi Printer Di Rumah

1. Printer menjadi lebih lambat saat digunakan mencetak

Printer yang terus-terusan digunakan tanpa diistirahatkan, cepat atau lambat printer akan menjadi menurun daya tahan dan kecepatan mencetaknya. Bahkan tak jarang sampai printer menjadi macet. Cara terbaik untuk mencetak dalam jumlah banyak yaitu dengan cara membagi menjadi beberapa bagian, jangan mencetak dalam jumlah banyak secara bersamaan dan terus-menerus tanpa jeda. 
Bagi anda yang hendak mencetak dalam jumlah banyak, sebaiknya jangan dicetak sekaligus hanya dalam satu perintah print. Namun cetaklah secara bertahap, misal 20 lembar saja dalam sekali perintah print. Dan pastikan sebelum mencetak, printer dalam kondisi sudah tertata rapi, tidak ada kertas kusut, dan jika menggunakan kertas bekas cek terlebih dahulu jangan sampai ada kertas yang masih terdapat stepler supaya tidak tersangkut pada saat proses cetak.

2. Tidak bisa mencetak karena printer sudah lama tidak digunakan

Salah satu alasan mengapa printer cepat rusak yaitu karena terlalu lama tidak digunakan. Bagian yang paling sering mengalami kerusakan biasanya pada catridge. Tinta yang ada pada print head (catridge) akan mengeras dan menyebabkan tinta tidak lancar saat di hidupkan kembali. Akibatnya, komponen harus bekerja ekstra sehingga menyebabkan kerusakan pada printer. 
Cara mendiagnosis printer rusak sebenarnya cukup mudah. Anda dapat menghidupkan printer secara berkala, misalkan satu minggu sekali untuk mencetak beberapa lembar. Dengan demikian, tinta akan selalu cair dan dapat membuat catridge printer menjadi lebih awet. Jangan heran jika printer yang sudah lama tidak digunakan kemudian menjadi tidak bisa mencetak maksimal, penyebabnya dikarenakan pada ujung print head terdapat tinta yang membeku dalam waktu lama tidak dipakai.

3. Kerusakan akibat printer sering kehabisan tinta

Untuk mencegah rusaknya print head (catridge), tinta harus selalu ada dan jangan sampai kehabisan atau kosong. Jika tinta habis, print head akan mengalami panas yang tinggi, akibatnya arus pada print head akan mengalami korsleting. Biasanya karena printer sering digunakan untuk mencetak warna hitam, dan tanpa disadari print head warna telah kehabisan tinta.
Sehingga, saat mesin printer dihidupkan akan melakukan proses cleaning pada kedua print head tersebut. Cara mengatasi masalah ini juga cukup mudah. Cukup cek secara rutin dan pastikan kondisi tinta agar tetap ada jangan sampai kehabisan. Jika tinta hampir habis, segera lakukan pengisian ulang tinta. Cara lainnya, anda juga bisa memasang tinta eksternal yang sekarang ini sangat mudah untuk didapatkan.

4. Catridge cepat rusak karena penggunaan dan pengisian yang tidak tepat

Untuk jenis printer dengan sistem infus lebih mudah saat melakukan pengisian tinta karena tidak perlu membongkar tutup printer dan tinta infus dipasang di luar printer. Namun untuk printer yang tidak menggunakan sistem infus, harus lebih berhati-hati saat mengisi tinta. Untuk printer yang non infus, pada saat mengisi tinta jangan sampai terlalu penuh karena bisa-bisa nanti tinta akan meluber dan dikhawatirkan catridge bisa jebol nantinya. 
Dan jangan lupa untuk menggunakan tinta original. Lebih baik harga tinta lebih mahal tapi printer await tidak mudah rusak (khususnya catridge atau printhead tetap awet), daripada beli tinta murah tapi printer cepat rusak. Sementara untuk printer yang diinfus langsung dari pabriknya akan menggunakan tinta asli/original. Selanjutnya ketika saat melakukan isi ulang tinta, disarankan untuk menggunakan terus tintas asli demi perawatan printer agar tidak cepat rusak.

5. Printer tidak terawat sehingga berpotensi menjadi lebih cepat rusak

Printer yang hanya digunakan secara terus menerus tanpa dirawat dan dibersihkan, secara otomatis akan lebih cepat rusak daripada printer yang dirawat dan selalu dibersihkan. Kerusakan printer bukan hanya disebabkan oleh faktor internal printer itu sendiri, faktor eksternal juga dapat mempengaruhi cepat atau lambatnya kerusakan pada printer. Misalnya, penggunaan arus listrik yang tidak stabil nampaknya juga dapat memperburuk kondisi printer sehingga printer menjadi cepat rusak. 

Pada dasarnya tingkat kerusakan pada printer dapat diminimalisir jika si pemakainya juga paham tentang bagaimana cara memperlakukan printer yang baik dan benar, bukan hanya sekedar pakai asal-asal-asalan saja. Dan khusus bagi anda yang berdomisili di Ibu Kota, jika printer anda sudah terlanjur rusak, maka langkah terbaik adalah segera temukan tempat servis printer rusak Jakarta.

Agar printer kesayangan  tidak menjadi barang rongsokan di gudang. Sayang kan, dulu belinya mahal tapi kalau sekarang jadi barang rongsokan tak bernilai. Tapi bagaimanapun juga, yang paling tepat adalah prinsip merawat itu lebih baik daripada memperbaiki. Karena biaya merawat itu jauh lebih murah daripada harus memperbaiki lho.
author profile image
Abdelghafour

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

no
ITHelpDesk.co.id menyediakan jasa layanan servis laptop, printer, dan berbagai perangkat IT lainnya. Kami juga menyediakan jasa IT Support professional dengan sistem kontrak yang fleksibel. [Jasa IT Support dan Service ITHelpDesk] (http://ithelpdesk.co.id/img/logo.png)